Senin, 19 November 2012

LATIHAN TARI TOPENG



Tari topeng  termasuk dalam kategori tari klasik kini kembali diperkenalkan kepada khususnya para mahasiswa yang berasal dari daerah jawa barat yang sedang menempuh studi di Yogyakarta dan umumnya kepada orang-orang yang ingin tahu tentang tari topeng yang termasuk  kebudayaan yang asli dari jawa barat itu, tepatnya dari tatar Cirebon, tari topeng yang berkembang  dewasa ini termasuk  akar-akar tari klasik yang berkembang di masa ini,
tari yang muncul pada abad ke-13 pada zaman hayam wuruk  ini konon dulunya adalah sebuah alat atau media yang digunakan para wali ( pemuka agama )
untuk menyampaikan dakwah, dimana menjadi media dakwah dengan memperkanalkan makna filoshopinya, yaitu deskripsi perjalanan hidup manusia dari bayi sampai dewasa. Latihan ini rutin dilaksanakan pada hari minggu sore dan diikuti oleh kalangan masyarakat setempat dan para mahasiswa yang berassal dari tatar sunda, latihan yang dipimpin oleh saudari Danisi ini memperkenalkan gaya-gaya dasar dari tari topeng Cirebon yaitu  seperti : gaya losari, gaya pekandayan, dan gaya palinaran..  “ latihan yang rutin dilaksanakan pada hari minggu sore ini termasuk dalam proker divisi seni dan budaya KPM jabar,  dan diitujukan untuk memperkenalkan budaya asli orang sunda,
selain itu hikmah dibalik adanya latihan ini adalah untuk tetap mengukuhkan tali silaturahim antar  warga jawa barat dan dengan masyarakat  setempat “ tangkas Danisi ( pelatih ) saat di datanyai tentang latihan itu. Dan ternyata pelatihan ini mendapat tangggapan hyang sangat baik dari para pesertanya, dikutip dari tanggapan saudari Frida yang merupakan salah satu pserta latihan “ saya sangat senang sekali, ternyata di asrama kujang ini diadakan latihan rutin kebudayaan sunda yaitu salah satunyalatihan tari topeng ini, jujur saya  baru kali ini mengikuti latihan secara langsung dan dengan adanya latihan ini membangun motivasi saya untuk kembali mengenal  budaya-budaya asli dari tatar kelahiran saya, tujuan saya sendiri dalam mengikuti latihan ini adalah agar tidak hanya mengetahui adnya tari ini saja, namun agar saya bias memperagakannya,, di sisi lain seketika saya mengikuti latihan saya merasa sedih sekali karena kenapa baru dewasa ini saya baru belajar, saat urat-uratt  tagan ini sudah terasa keras dan kencang sehingga sering kali saya menemukan kesulitan dalam menggerakan tangan dan penyesalan yang mendalam adalah mengapa kenapa tidak dari dulu saya bias mengikti latihan ini !. namun setelah mengikuti latihan beberapa kali terakhir ini rasa sedih itu terasa mulai lenyap dari benak, karena kini saya mulai mengenal agak dalam  tentang tari topeng, seperti tentang  yang disebut dengan pancawanda yaitu Samba, Panji, Rumyang, Tumenggung, Klana,,,,,, wkwkwkwkkkkkk “
Harapan kedepannya  dari para warga dan para pelatih adalah meminta agar pemerintah provinsi bisa memberikan perhatian kepada asrama yang merupakan tempat latihan ini, karena kondisi asrama yang kini terus menerus bertambah buruk di takutkan akan ambruk, dan kemudian kita tidak mempunyai tempat untuk latiihan.  Disisi lain kita tetap bisa melaksanakan aktifitas latihan seperti biasa dan bisa mensosialisasikan kebudayaan sunda ini kepada kalangan masyarakat luas bahkan sampai keluar kota.

0 komentar: