Tari topeng termasuk dalam kategori tari klasik kini
kembali diperkenalkan kepada khususnya para mahasiswa yang berasal dari daerah
jawa barat yang sedang menempuh studi di Yogyakarta dan umumnya kepada
orang-orang yang ingin tahu tentang tari topeng yang termasuk kebudayaan yang asli dari jawa barat itu,
tepatnya dari tatar Cirebon, tari topeng yang berkembang dewasa ini termasuk akar-akar tari klasik yang berkembang di masa
ini,
tari yang muncul pada abad ke-13 pada zaman hayam wuruk ini konon dulunya adalah sebuah alat atau media yang digunakan para wali ( pemuka agama )
untuk menyampaikan dakwah, dimana menjadi media dakwah dengan memperkanalkan makna filoshopinya, yaitu deskripsi perjalanan hidup manusia dari bayi sampai dewasa. Latihan ini rutin dilaksanakan pada hari minggu sore dan diikuti oleh kalangan masyarakat setempat dan para mahasiswa yang berassal dari tatar sunda, latihan yang dipimpin oleh saudari Danisi ini memperkenalkan gaya-gaya dasar dari tari topeng Cirebon yaitu seperti : gaya losari, gaya pekandayan, dan gaya palinaran.. “ latihan yang rutin dilaksanakan pada hari minggu sore ini termasuk dalam proker divisi seni dan budaya KPM jabar, dan diitujukan untuk memperkenalkan budaya asli orang sunda,
selain itu hikmah dibalik adanya latihan ini adalah untuk
tetap mengukuhkan tali silaturahim antar
warga jawa barat dan dengan masyarakat
setempat “ tangkas Danisi ( pelatih ) saat di datanyai tentang latihan
itu. Dan ternyata pelatihan ini mendapat tangggapan hyang sangat baik dari para
pesertanya, dikutip dari tanggapan saudari Frida yang merupakan salah satu pserta
latihan “ saya sangat senang sekali, ternyata di asrama kujang ini diadakan
latihan rutin kebudayaan sunda yaitu salah satunyalatihan tari topeng ini,
jujur saya baru kali ini mengikuti
latihan secara langsung dan dengan adanya latihan ini membangun motivasi saya
untuk kembali mengenal budaya-budaya
asli dari tatar kelahiran saya, tujuan saya sendiri dalam mengikuti latihan ini
adalah agar tidak hanya mengetahui adnya tari ini saja, namun agar saya bias
memperagakannya,, di sisi lain seketika saya mengikuti latihan saya merasa
sedih sekali karena kenapa baru dewasa ini saya baru belajar, saat
urat-uratt tagan ini sudah terasa keras
dan kencang sehingga sering kali saya menemukan kesulitan dalam menggerakan
tangan dan penyesalan yang mendalam adalah mengapa kenapa tidak dari dulu saya
bias mengikti latihan ini !. namun setelah mengikuti latihan beberapa kali
terakhir ini rasa sedih itu terasa mulai lenyap dari benak, karena kini saya
mulai mengenal agak dalam tentang tari
topeng, seperti tentang yang disebut
dengan pancawanda yaitu Samba, Panji, Rumyang, Tumenggung, Klana,,,,,,
wkwkwkwkkkkkk “ tari yang muncul pada abad ke-13 pada zaman hayam wuruk ini konon dulunya adalah sebuah alat atau media yang digunakan para wali ( pemuka agama )
untuk menyampaikan dakwah, dimana menjadi media dakwah dengan memperkanalkan makna filoshopinya, yaitu deskripsi perjalanan hidup manusia dari bayi sampai dewasa. Latihan ini rutin dilaksanakan pada hari minggu sore dan diikuti oleh kalangan masyarakat setempat dan para mahasiswa yang berassal dari tatar sunda, latihan yang dipimpin oleh saudari Danisi ini memperkenalkan gaya-gaya dasar dari tari topeng Cirebon yaitu seperti : gaya losari, gaya pekandayan, dan gaya palinaran.. “ latihan yang rutin dilaksanakan pada hari minggu sore ini termasuk dalam proker divisi seni dan budaya KPM jabar, dan diitujukan untuk memperkenalkan budaya asli orang sunda,
Harapan kedepannya dari para warga dan para pelatih adalah
meminta agar pemerintah provinsi bisa memberikan perhatian kepada asrama yang
merupakan tempat latihan ini, karena kondisi asrama yang kini terus menerus
bertambah buruk di takutkan akan ambruk, dan kemudian kita tidak mempunyai
tempat untuk latiihan. Disisi lain kita
tetap bisa melaksanakan aktifitas latihan seperti biasa dan bisa
mensosialisasikan kebudayaan sunda ini kepada kalangan masyarakat luas bahkan
sampai keluar kota.



0 komentar:
Posting Komentar