Dalam rangka acara pertemuan tujuh gubernur yang bertempat di
Yogyakarta pada tanggal 13 nopember 2012, prof. Dr. Ir. Deny juanda puradimaja
dea, sebagai wakil dari gubernur jawa barat dalam acara tersebut meluangkan
waktu untuk berkunjung ke asrama kujang (Asrama Pelajar Mahasiswa dan sentral segala aspek baik pendidikan,
budaya, dan sosial kemasyarakatan Warga Jawa Barat di Yogyakarta) pada tanggal 12 nopember 2012. Kedatangannya ke asrama kujang
melainkan dalam rangka untuk bersilaturahim dengan masyarakat jawa barat yang
berada di Yogyakarta yang dimana pada waktu itu kedatangannya disambut oleh
segenap keluarga besar KPM jawa barat, para ketua dari masing-masing komisariat
daerah, warga asrama, para pengurus yayasan Budi Bakti, Paguyuban (PWJB), dan
para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di kota Yogyakarta. Disisi lain untuk
melihat kondisi asrama yang belakangan ini sudah mengajukan proposal untuk
pembangunan, secara tidak langsung Bappeda melihat kondisi asrama yang
sebenarnya, dan setelah itu berbincang-bincang bersama orang-orang yang datang pada waktu itu, dengan sambutan yang pertamaa disampaikan oleh ketua KPM jawa barat yaitu Gati Agustian, dalam kesempatan itu Gati Agustian menyampaikan harapan-harapan masyarakat, mahasiswa-mahasiswa dan segenap jajaran yang peduli akan asrama kujang, melihat kondisi asrama yang tidak terawat dan hampir bisa disebut tidak layak huni, muncul persepsi negatif dikalangan masyarakat jawa barat di yogyakarta (termasuk kalangan mahasiswa) karena perhatian pemprov yang sangat minim.
dengan kedatangan kepala bappeda dan rombongan dari bandung membuka secercah harapan bagi kami sebagai langkah awal membangun kembali komunikasi dengan pemerintah provinsi. apalagi jika pembangunan asrama bisa segera terealisasi sebagai bukti pemprov jabar pemperhatikan masyarakatnya terlebih pelajar dan mahasiswa (sebagai aset) generasi penerus perjuangan demi kemajuan provinsi Jabar di masa mendatang. Dalam acara ini Bappeda menekankana sebuah pertanyaan kepada masyarakat jawa barat “ Ayena hoyongna kumaha ? “
sebenarnya, dan setelah itu berbincang-bincang bersama orang-orang yang datang pada waktu itu, dengan sambutan yang pertamaa disampaikan oleh ketua KPM jawa barat yaitu Gati Agustian, dalam kesempatan itu Gati Agustian menyampaikan harapan-harapan masyarakat, mahasiswa-mahasiswa dan segenap jajaran yang peduli akan asrama kujang, melihat kondisi asrama yang tidak terawat dan hampir bisa disebut tidak layak huni, muncul persepsi negatif dikalangan masyarakat jawa barat di yogyakarta (termasuk kalangan mahasiswa) karena perhatian pemprov yang sangat minim.
dengan kedatangan kepala bappeda dan rombongan dari bandung membuka secercah harapan bagi kami sebagai langkah awal membangun kembali komunikasi dengan pemerintah provinsi. apalagi jika pembangunan asrama bisa segera terealisasi sebagai bukti pemprov jabar pemperhatikan masyarakatnya terlebih pelajar dan mahasiswa (sebagai aset) generasi penerus perjuangan demi kemajuan provinsi Jabar di masa mendatang. Dalam acara ini Bappeda menekankana sebuah pertanyaan kepada masyarakat jawa barat “ Ayena hoyongna kumaha ? “
pertanyaan Bappeda itu ditanggapi oleh Ir. H. Zainal Arifin
, MT. IPM dengan menjelaskan bahwa sesungguhnya harapan masyarakat jawa barat
yang ada di yogyakarta menginginkan agar asrama kujang yang mulai sudah tidak
layak huni segera direnovasi dan menjadikan asrama kujang ini juga mewakili
ikon jawa barat yag berada di Yogyakarta ‘ gedung
sate diYogyakarta ‘
Setelah mendengar bebagai pernyataan dan harapan dari ketua
KPM dan segenap jajaran masyarakat jawa barat, Bappeda menanggapi langsung dan
menyatakan bahwa sudah banyak mendengar perihal permasalahan asrama, namun
disisi lain Bappeda memberikan penegasan kepada masyarakat yang berada di
yogyakarta sambil menambahkan perihal-perihal yang harus dilengkapi dalam
proposal itu seperti kelengkapan administrasi, dan sedikit memberi masukan tentang proposal bahwa
sanya Bappeda menganjurkan ada sedikit revisi dalam proposal menyagkut
pengajuan pembangunan jangan setengah-setengah agar lebih baik dari segi
bangunannya ( tidak naggung ), dan bappeda menegaskan bahwa sebenarnya pengajuan
pembangunan seperti asrama itu bukanlah
hal yang sulit untuk direalisasikan, hanya saja pemerintah provinsi juga butuh
pertimbangan yang sematang-matangnya , sesuai
prosedur yang belaku saat ini. Apabila semua persyaratan terpenuhi pemerintah
akan segera memprosesnya, dan insyaallah akan segera terealisai secepatnya.




0 komentar:
Posting Komentar