Sabtu, 17 November 2012

KUNJUNGAN BAPPEDA JABAR


Dalam rangka acara  pertemuan tujuh gubernur yang bertempat di Yogyakarta pada tanggal 13 nopember 2012, prof. Dr. Ir. Deny juanda puradimaja dea, sebagai wakil dari gubernur jawa barat dalam acara tersebut meluangkan waktu untuk berkunjung ke asrama kujang (Asrama Pelajar Mahasiswa dan sentral segala aspek baik pendidikan, budaya, dan sosial kemasyarakatan Warga Jawa Barat di Yogyakarta) pada tanggal 12 nopember 2012. Kedatangannya ke asrama kujang melainkan dalam rangka untuk bersilaturahim dengan masyarakat jawa barat yang berada di Yogyakarta yang dimana pada waktu itu kedatangannya disambut oleh segenap keluarga besar KPM jawa barat, para ketua dari masing-masing komisariat daerah, warga asrama, para pengurus yayasan Budi Bakti, Paguyuban (PWJB), dan para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di kota Yogyakarta. Disisi lain untuk melihat kondisi asrama yang belakangan ini sudah mengajukan proposal untuk pembangunan, secara tidak langsung Bappeda melihat kondisi asrama yang
sebenarnya, dan setelah itu berbincang-bincang bersama orang-orang yang datang pada waktu itu, dengan sambutan yang pertamaa disampaikan oleh ketua KPM jawa barat yaitu Gati Agustian, dalam kesempatan itu Gati Agustian menyampaikan harapan-harapan masyarakat, mahasiswa-mahasiswa dan segenap jajaran yang peduli akan asrama kujang, melihat kondisi asrama yang tidak terawat dan hampir bisa disebut tidak layak huni, muncul persepsi negatif dikalangan masyarakat jawa barat di yogyakarta (termasuk kalangan mahasiswa) karena perhatian pemprov yang sangat minim.
dengan kedatangan kepala bappeda dan rombongan dari bandung membuka secercah harapan bagi kami sebagai langkah awal membangun kembali komunikasi dengan pemerintah provinsi. apalagi jika pembangunan asrama bisa segera terealisasi sebagai bukti pemprov jabar pemperhatikan masyarakatnya terlebih pelajar dan mahasiswa (sebagai aset) generasi penerus perjuangan demi kemajuan provinsi Jabar di masa mendatang. Dalam acara ini Bappeda menekankana sebuah pertanyaan kepada masyarakat jawa barat “ Ayena hoyongna kumaha ?  
pertanyaan Bappeda itu ditanggapi oleh Ir. H. Zainal Arifin , MT. IPM dengan menjelaskan bahwa sesungguhnya harapan masyarakat jawa barat yang ada di yogyakarta menginginkan agar asrama kujang yang mulai sudah tidak layak huni segera direnovasi dan menjadikan asrama kujang ini juga mewakili ikon jawa barat yag berada di Yogyakarta ‘ gedung sate diYogyakarta ‘ 
Setelah mendengar bebagai pernyataan dan harapan dari ketua KPM dan segenap jajaran masyarakat jawa barat, Bappeda menanggapi langsung dan menyatakan bahwa sudah banyak mendengar perihal permasalahan asrama, namun disisi lain Bappeda memberikan penegasan kepada masyarakat yang berada di yogyakarta sambil menambahkan perihal-perihal yang harus dilengkapi dalam proposal itu seperti kelengkapan administrasi, dan sedikit memberi masukan tentang proposal bahwa sanya Bappeda menganjurkan ada sedikit revisi dalam proposal menyagkut pengajuan pembangunan jangan setengah-setengah agar lebih baik dari segi bangunannya ( tidak naggung ), dan bappeda menegaskan bahwa sebenarnya pengajuan pembangunan seperti asrama itu  bukanlah hal yang sulit untuk direalisasikan, hanya saja pemerintah provinsi juga butuh pertimbangan yang sematang-matangnya , sesuai prosedur yang belaku saat ini. Apabila semua persyaratan terpenuhi pemerintah akan segera memprosesnya, dan insyaallah akan segera terealisai secepatnya.



0 komentar: